Juni 6th, 2011 by pinoe

blackberrylineupreviewtorch29810_thumb

1

21

3

4

wii11

wii51

wii6

wii8

wii9

wii10

wii111

wii7

tuchpad

touchpadbaru

11

22

31

41

5

6

7

12

23

33

42

62

71

53

lulz1

kamar

ray

sony-ericsson-xperia-active-android-official

sony-ericsson-txt-official

circle

circle2

circle3

circles4

sharp

Babes

Juni 1st, 2011 by pinoe

95fb5609916208faedb2d5279868fe7d_kutc1

a8f19e5880bf5337e5392014b3053b47_img_2816

a7d0d68e4491dc5a36a5f397efa290e2_img_2817

b6d6d57d2f807c66ad0b3987e369a9e3_img_2818

d90b2700da3387f36a8e39055b0c3bf9_img_2819

60d9b3392f1d25254279e51fcfdaba96_img_2821

afdbc09570b72484b98e614fea58a58d_img_2828

af96a45a85dc37e3c65c0e42c7f00e5c_img_2829

83f0caf1d973d3f359ceca0eae0cb8c3_sony_xperia_s_01

22890aaf42b7bb27e504ceea279991b3_252

2ac40ba86a6ec2f6991cfe38e254c7f0_347

e5fbebb8d0ebdf9868be4288306a2e11_442

d92989ff57513ff51810e45884e92624_539

5458ccab13a716d030cc4195638d2a8e_632

ea7dab26101bbf2f3a5adee7623ea12e_724

911995de29fb807a2e41ed18b9bf6c22_347

d45721e10a856bdb3095b57bb95c80b2_442

7e4966661efc797e6bd4cb5c232b98a8_539

9b8aecae39a4ab8788b82021af1bef23_252

22df62a818bbb0031db2b033327971bd_347

04c2d9b5874e40224d15baa1e168940f_442

e6d6c811ffc2d872e8d1218ddb73b5c4_539

151b0081098b76e0a163de0e6e3f15c3_724

def747eed2687072ef6bda3b69057661_252

e3f7ba703aba7290ceffcae12de51aa7_347

ba4115177895fd93f5ecd92a3e5bc8fc_539

346

441

538

631

250

345

440

537

630

723

img_9185

img_9189

img_9195

249

344

439

536

629

722

814

910

105

248

343

438

535

628

721

813

104

812

1113

435

dsc01867

dsc01876

244

339

434

532

626

720

243

338

625

719

811

242

337

432

531

idepada

240

530

624

717

810

239

336

431

529

623

716

335

430

528

jadedalam

236

334

429

527

135

235

333

428

526

google-tablet

525

622

524

lumiadalam

621

8dalam

715

89

98

3

4

522

620

714

88

1112

87

97

103

norton4

samsung3

229

328

424

228

327

423

521

618

712

86

96

102

1110

326

422

520

325

421

519

319

84

612

412

510

67

110

213

315

4a

68

5b76

13092011544

114

215

316

413

511

69

77

sensation

216

117

218

318

415

513

611

79

83

93

101

118

122

120

320

416

514

613

710

94

jobs

b

d

e

f

h

i

123

221

321

417

515

614

222

322

418

516

615

124

224

323

419

517

616

125

225

324

420

518

617

711

03112011799

03112011803

03112011804

03112011805

03112011807

03112011808

031120118081

Juni 1st, 2011 by pinoe

\"gadis1\"

\"gadis4\"

\"gadis3\"

\"gadis5\"

\"gadis2\"

Mei 31st, 2011 by pinoe

asus1

asus2

asus3

asus4

Mei 27th, 2011 by pinoe

torch1

11

2

32

4

52

6

71

82

mbake

xperia

Mei 18th, 2011 by pinoe

Beragam tablet Android sudah beredar. Masing-masing punya kelebihan tersendiri untuk tampil prima di mata konsumen. Berikut tablet Android yang sudah atau segera dipasarkan dan cukup layak dinyatakan sebagai yang terbaik, dilansir TechRadar dan dikutip detikINET, Rabu (18/5/2011):

1. Asus Eee Pad Transformer

Dengan keunikannya, Eee Pad Transformer dinilai sebagai tablet Android ngetop. Tak hanya powerfull dan berfitur lengkap, Eee Pad dapat seketika diubah menjadi netbook kala disatukan dengan keyboard dock. Sudah begitu, harganya cukup terjangkau. Sebagai gambaran, di Inggris tablet ini dibanderol 429 Poundsterling, sudah termasuk keyboardnya.

2. Samsung Galaxy Tab 10.1

Dengan bodi tertipis di dunia, pengguna yang mementingkan gaya rasanya akan melirik Galaxy Tab 10.1. Di beberapa negara, tablet ini dilengkapi kamera 8MP yang menjanjikan kualitas foto prima. Sayang di Indonesia, Galaxy Tab cuma dibekali kamera belakang 3MP.

gtab
3. Motorola Xoom

Motorola Xoom adalah tablet pertama yang dipasarkan dengan OS Android Honeycomb. Sayangnya, harganya memang terbilang mahal. Namun itu ditebus dengan kualitas bodi yang baik, baterai awet serta perfoma bagus. Jika harganya menurun,

xoom

4. LG Optimus Pad

Sebuah nilai tambah ditawarkan Optimus Pad, yakni kemampuan merekam 3 Dimensi (3D). Hal itu dilakukan dengan kombinasi dua kamera belakang yang masing-masing beresolusi 5MP. Memang untuk melihat tampilannya masih harus melalui televisi 3D, namun tablet ini bisa jadi pilihan bagi yang gemar dengan teknologi 3D.

optimuspad

5. Acer Iconia Tab A500

Iconia Tab A500 baru saja diluncurkan Acer. Tablet ini tampil dengan balutan metal di sekujur tubuhnya sehingga memperlihatkan kesan yang solid dan elegan. Faktor eksterior yang berkelas ini mungkin membuatnya dilirik user yang mementingkan gaya, meski tablet ini terasa licin kala dipegang.

iconia-tab
6. HTC Flyer

HTC Flyer memang masih memakai Android Gingerbread sementara para rival ramai menerjunkan tablet Honeycomb. Namun dengan interface HTC Sense, tampilan tablet ini lumayan bagus meski masih menjalankan OS lama. Dijanjikan pula bahwa update Honeycomb hanyalah soal waktu. Faktor desain tak kalah menarik dengan alumunium unibody.

htcflyer-420-100

samsung-galaxy-tab-101

assasin

batman

battlefield

callofduty1

darksouls1

gearsofwar1

uncharted

zelda

Menjajal Tablet Android Tertipis

Mei 16th, 2011 by pinoe

Tablet berbasis Android Honeycomb mulai bertebaran. Para vendor pun mencari celah agar produknya memiliki keunggulan dibanding yang lain. Tak terkecuali Galaxy Tab 10.1, tablet jagoan baru dari Samsung yang rencananya akan dipasarkan awal Juni mendatang di Indonesia.

Ketika dipegang, detikINET terkesan dengan betapa tipis bodi komputer tablet ini. Ya, inilah rupanya salah satu kelebihan yang coba ditawarkan Galaxy Tab 10.1, bodinya diklaim tertipis di dunia.

galaxy1

Dengan tebal cuma 8,6 mm, rasanya memang tidak ada tablet lain yang mengalahkan ketipisannya. iPad 2 yang sebelumnya memiliki predikat tertipis pun kalah karena lebih tebal 0,2 mm dari Galaxy Tab 10.1.

Ketika ditenteng pun beratnya terbilang ringan. Samsung menyebut bobotnya cuma 595 gram. Bobot ini katanya lebih ringan dari Samsung Galaxy Tab versi layar 7 inch.

Bodinya sendiri masih terbuat dari plastik, namun terkesan elegan dan tidak murahan. Tablet ini terasa kokoh dan nyaman dipegang, meski tentunya tidak seportabel yang versi 7 inch.

Tidak banyak tombol di tubuh Galaxy Tab 10.1. Memang software Android Honeycomb tidak memakai lagi tombol navigasi di bodi gadget. Hanya dijumpai colokan headphone standar, port charging dan slot untuk SIM Card.

Mungkin perlu diinformasikan bahwa Galaxy Tab 10.1 ini tidak punya kemampuan untuk melakukan telepon seperti adiknya. Menurut Samsung, Google tidak mengizinkan Android Honeycomb disertai kemampuan itu.

galaxy21

Android Honeycomb

Sesuai namanya, Galaxy Tab 10.1 memiliki layar teknologi kapasitif seluas 10,1 inch WXGA dengan resolusi mencapai 1280×800. Ketika dilihat, layar ini cukup jernih dan nyaman di mata.

Android Honeycomb jadi sistem operasinya. Secara tampilan, tentu nyaris tak ada perbedaan dengan Honeycomb yang dipakai di tablet Android Honeycomb dari pabrikan lainnya. Namun Samsung berjanji bakal menambahkan interface TouchWiz andalannya yang belum ada pada unit demo.

Honeycomb sengaja didesain Google khusus untuk perangkat tablet dan dioptimalkan pada layar yang lebih luas, tidak seperti versi Android sebelumnya yang sejatinya ditujukan untuk smartphone. Tentu saja berbagai kelebihan disandang oleh si \’sarang madu\’ ini.

Navigasi di Honeycomb terbilang memudahkan pengguna. Misalnya fitur Recent Apps berguna untuk menampilkan beberapa aplikasi yang baru saja diakses oleh user.

Jika Recent Apps disentuh, akan muncul lima aplikasi yang terakhir dibuka, lengkap dengan nama dan thumbnail tampilan terakhirnya. Recent Apps tersedia di sudut bawah bersama tombol Home dan Back.

Honeycomb juga memperbaiki tampilan keyboard, browser dan kapabilitas copy paste lebih baik. Hanya saja mungkin kekurangannya pada soal aplikasi yang belum bergitu banyak tersedia. Mungkin karena usia OS ini yang boleh dibilang masih muda.

Galaxy Tab 10.1 mengandalkan prosesor dual core 1GHz Tegra 2 yang seharusnya membuat performa tablet lebih powerfull. Namun saat dicoba menggeser homescreen, ada sedikit kesan lag. Mungkin karena baru unit demo, maka performanya pun belum maksimal.

Fitur lainnya meliputi kamera belakang berkekuatan 3 megapixel dan kamera depan 2 megapixel. Asyiknya, kamera belakang sudah dilengkapi flash untuk menambah performa kamera jika dipakai dalam situasi gelap. Tablet ini juga mampu merekam video kualitas 720p HD.

Kapasitas penyimpanan terdiri dari dua pilihan yaitu 16GB dan 32GB. Secara keseluruhan, tablet ini tampil bergaya dengan ketipisannya dan bisa menjadi alternatif tablet Android Honeycomb yang mumpuni. Terlebih lagi bagi penggemar Galaxy Tab versi 7 inch mungkin bakal meliriknya karena Galaxy Tab 10.1 membawa segudang perbaikan fitur.

Spesifikasi kunci:
Jaringan: HSPA+ 21 Mbps, EDGE/GPRS
OS: Android 3.0 (Honeycomb)
Layar: 10,1 inch WXGA 1280×800
Prosesor: 1GHz Tegra 2 Dual Core
Kamera: 2MP (depan) dan 3MP (belakang) dengan LED Flash
Format video: MPEG4/H263/H264, Divx/Xvid
Solusi Bisnis: Microsoft Exchange ActiveSync, QuickOffice HD Editor
Konektivitas: Bluetooth 2.1, Wi Fi 802.11 (a/b/g/n)
Sensor: Gyroscope, Accelerometer, Digital Compass, Ambien Light
Baterai: 6800 mAh

ray

ray2

ray3

active1

active2

active31

actives

xperia-active-4

Xperia Arc, Android Seksi Fitur Mumpuni

April 12th, 2011 by pinoe

arc1

Xperia Arc adalah produk unggulan Sony Ericsson di tahun 2011. Vendor patungan Swedia-Jepang tersebut pun membenamkan berbagai teknologi terkininya di Xperia Arc. Beberapa waktu lalu, detikINET sempat melakukan quick review terhadap ponsel berbasis Android Gingerbread ini. Sekarang, mari kita simak pengujian lebih lanjut terhadap Xperia Arc.

Desain Berkelas

Di samping software yang handal, faktor desain sebuah ponsel jelas tak kalah penting untuk memikat konsumen. Dan Sony Ericsson tampak berupaya keras membuat diferensiasi desain produknya ini.

Seksi, itulah yang terpancar dari bodi Xperia Arc. Desainnya khas, dengan bagian belakang melengkung ke dalam. Terlebih lagi, Arc termasuk smartphone tertipis di dunia dengan bagian tertipis hanya 8,7 mm.

arc21

Layar lebarnya berukuran 4,2 inch, membuat ponsel ini terlihat bongsor. Bagian belakang ponsel terbuat dari bahan plastik. Meski demikian, plastik ini terlihat solid dan tidak terkesan murahan. Bagian pinggirnya dihiasi oleh lapisan metal. Boleh dibilang, desain tampilan luar Xperia Arc bergaya dan amat berbeda ketimbang ponsel Android lainnya. Sudah begitu bobotnya pun enteng, mungkin dikarenakan tipisnya bodi ponsel cerdas ini.

Bagian bawah layar memiliki tiga tombol navigasi dengan bentuk khas Sony Ericsson. Bahannya terbuat dari plastik mengkilat dan tak ada kesulitan berarti saat menekannya. Di bagian atas terpampang tombol on/off dasn port HDMI. Kemudian lubang headpohone 3,5 mm ada di sisi kiri. Sisi kanan dihiasi tombol volume dan tombol kamera.

Sayangnya, beberapa tombol berukuran kecil sehingga cukup susah digunakan, utamanya pada tombol kamera. Seringkali tangan terpeleset ketika coba mengoperasikannya.

arc72

Unjuk Teknologi Sony

Sekarang beralih ke sisi performa. Xperia Arc sudah dibekali Android Gingerbread atau versi 3.0, versi terkini OS \’robot hijau\’. Kemudian prosesornya berkekuatan 1 GHz. Apa saja kemampuan yang ditawarkan Sony Ericsson di ponsel ini?

Pertama tentu perhatian tertuju pada bagian layar 16 juta warna beresolusi 854×480. Sony Ericsson memakai teknologi yang dijuluki sebagai Reality Display. Tampak nyaman di mata, layar ini menghasilkan tampilam yang tajam dan halus, bahkan cukup jelas terlihat di bawah sinar matahari.

Teknologi Sony Bravia Mobile ikut disertakan, yang diklaim mempertajam kontras dan ketajaman gambar foto dan video. Ketika dipakai untuk melihat foto pemandangan alam, gembar gembor tersebut cukup terbukti. Foto terlihat jernih dan warna-warna mampu diterjemahkan dengan baik. Kontras warna memang tergambar jelas, misalnya warna merah tampak menyala.

arc41

Sektor kamera diperkuat dengan Exmor R, sebuah sensor yang biasanya cuma ditemukan di kamera buatan Sony. Fitur ini diklaim meningkatkan sensitivitas kamera saat digunakan di aera yang minim cahaya. Dan pengujian detikINET sedikit banyak membuktikannya.

Saat digunakan dalam ruangan gelap gulita dan hanya sedikit cahaya di obyek yang dibidik, hasil kamera Arc jelas terlihat lebih baik dibanding bidikan smartphone yang jadi pembanding, dalam hal ini LG Optimus 2X yang sama-sama berkekuatan 8 megapixel. Meski sama-sama terlihat remang, obyek yang dibidik via Arc terlihat lebih terang dan jelas hasilnya.

Dalam situasi biasa, hasil foto tampak bagus. Komposisi warna terlihat akurat. Ponsel ini juga sudah menyediakan penerangan LED Flash danberbagai macam fitur pemotretan seperti touch focus, image stabilization, geo-tagging, dan smile detection

Arc juga mampu merekam video kualitas HD 720p yang mumpuni saat merekam momen yang diinginkan. Dan berkat adanya fasilitas HDMI, maka user dapat menghubungkannya dengan layar yang lebih besar, misalnya televisi, untuk menyaksikan hasil rekaman. Keberadaan HDMI tidak cuma sebatas menampilkan gambar atau video, tapi juga dapat menayangkan menu lain.

arc51

Di sisi pemutar musik, interfacenya kelihatan minimalis seperti di ponsel Android lainnya. Output suara via speaker terdengar biasa saja, malah terkesan agak pecah jika diputar dalam volume tinggi. Namun ketika headset sudah dipasang, kualitas suara bisa diandalkan dan musik mengalun jernih.

Android 2.3.2

Android Gingerbread versi 2.3.2 menjadi sistem operasi Xperia Arc. Ini adalah keunggulan tersendiri karena berbagai ponsel baru masih memakai versi Android di bawahnya, meski mungkin ada janji untuk melakukan updgrade nantinya. Gingerbread menawarkan berbagai kelebihan seperti copy paste lebih baik ataupun manajemen daya yang lebih bagus.

Layar di Xperia Arc memiliki 5 buah homescreen yang bisa dikustomisasi sesuai keinginan pengguna. Perpindahan antar layar ini dapat berjalan dengan mulus meski terkadang ada sedikit gejala lag.

Menariknya terdapat mode Overview di mana pengguna dapat mengumpulkan semua widget yang ada di semua layar pada satu layar saja. Jadi user dapat melihat semua widget yang mereka tampilkan di layar dengan mudah.

arc31
Handset ini juga disertai dengan aplikasi Timescape. Fitur ini mengintegrasi akses ke berbagai jejaring sosial. Sony Ericsson tidak menyatukan TimeScape secara langsung ke UI Arc, namun menyediakannya sebagai aplikasi terpisah. Hal ini memudahkan jika user tidak ingin menggunakannya.

Dari sisi memori internal, Arc cuma menyediakan kapasitas sebesar 320 MB. Namun Sony Ericsson sudah menyediakan microSD berkapasitas 8GB yang sudah termasuk dalam paket penjualannya.

Untuk performa baterai, Arc dibekali sumber daya 1600 mAh. Dengan penggunaan biasa-biasa saja tanpa banyak akses internet atau main game, Arc dapat bertahan kurang lebih 20 jam. Namun daya tahan ini dapat berkurang drastis jika user banyak memakai Arc untuk melakukan bermacam fungsi.

Secara umum, Xperia Arc pantas dijadikan ponsel andalan Sony Ericsson. Wujudnya yang seksi dengan bekal berbagai teknologi terkini membuatnya jadi penantang serius di jagat smartphone Android yang kini disesaki begitu banyak model. Bekal Android Gingerbread dan teknologi seperti Exmor R serta Bravia Engine yang cukup terbukti kemampuannya, membuat Arc bisa jadi pilihan menarik.

Kelebihan:
- Desain seksi
- Android Gingerbread
- Exmor R dan Bravia Engine

Kekurangan:
- Beberapa tombol terlalu kecil
- Memori internal kecil

Asus Lamborghini VX 6, Netbook ala Mobil Sport

Maret 11th, 2011 by pinoe

satulagi1

Nuansa mobil sport nan agresif coba diterjemahkan Asus dalam perangkat netbook barunya, Asus Eee PC Lamborghini VX6. Ya, netbook premium ini menyandang nama Lamborghini, merek mobil sport tenar asal Italia. Penampakan bagian luarnya memang agresif, mirip dengan sebuah moncong mobil sport. Lekuk-lekuk tegasnya menambah kesan garang. Secara keseluruhan, desain VX6 agresif dan solid, meski kenyataanya sebagian bahannya dari plastik.

asus11
Pernak pernik ala Lamborghini kental terasa. Misalnya, terdapat logo banteng bertuliskan Automobili Lamborghini di bagian belakang layar. Kemudian ketika dinyalakan, pengguna langsung disambut dengan bunyi deruman mesin layaknya mobil sport yang sedang beraksi. Tak ketinggalan, ada screensaver khusus yang menggambarkan kaitan erat antara VX6 dengan mobil sport Lamborghini.

Ketika VX 6 dibuka, interior bagian dalam yang didominasi warna hitam pun kelihatan berkelas. Keyboardnya berdiri sendiri dan memiliki jarak yang cukup lebar untuk memudahkan pengetikan. Area touchpad berukuran luas dan didominasi bahan mengkilat nan stylish. Ketika dicoba untuk mengakses menu di layar, responnya terhitung sensitif.

Tidak seperti kebanyakan netbook, VX 6 memiliki layar terbilang luas yang seukuran 12,1 inch. Hal ini menguntungkan untuk melihat konten multimedia. Resolusi sendiri sudah mencapai 1.336×768 yang membuat obyek-obyek di layar tampil tajam dan nyaman dilihat mata.

asus22

Kelebihan lain yang ditawarkan oleh netbook ini adalah sudah disertakannya port HDMI. Kemudian USB sudah berteknologi 3.0 yang secara teori mampu membuat transfer data lebih cepat daripada versi sebelumnya. Urusan konektivitas internet ditunjang pula dengan Wi Fi 802.11n dan Gigabit Ethernet.

Beralih ke fitur audio. Ketika dicoba memperdengarkan berbagai lagu, suara yang mengalun dari dua speaker VX 6 terdengar jernih dan bertenaga, tidak ada kesan cempreng meski diputar dalam volume tinggi. Ya, rupanya ini berkat kehadiran teknologi bernama Ice Power dari Bang & Olufsen, yang menambah kualitas output audio di VX6.

Dari sisi dapur pacu, Asus coba mengandalkan prosesor Intel® Atom™ D525 (Dual Core; 1.8GHz) untuk menangani tugas-tugas komputasi. Kehadiran prosesor dual core ini tampak terasa dalam mulusnya VX 6 ketika dipakai melakukan browsing web, mengakses Office, sampai konten multimedia.

satulagi

Memang sebagai notebook premium, hardware yang dihadirkan lebih tinggi dari netbook lainnya. RAM 2048MB DDR3 dan kehadiran prosesor grafis Nvidia Ion menambah daya pikatnya. Ujung-ujungnya, VX 6 mampu menangani pemutaran video kelas HD alias High Definiton dengan lancar. Urusan ngegame juga lebih baik dibandingkan netbook lain, meski tetap tidak seoptimal di laptop.

asus3

Sedangkan daya tahan baterainya ditunjang pula dengan teknologi Nvidia Optimus.Teknologi ini dapat memfasilitasi pergantian grafis terintegrasi dengan grafis terpisah sesuai kebutuhan untuk memberikan solusi grafis optimal, sehingga menambah daya tahan baterai dalam prosesnya.

Secara keseluruhan, netbook ini menawarkan desain yang stylish, didukung oleh performa yang solid. Gaya ala mobil sport Lamborghini sepertinya bakal membuat orang-orang banyak meliriknya. Barangkali satu yang jadi kelemahannya, netbook ini terasa lebih berat dan besar dibanding netbook kebanyakan. Namun demikian jika hal ini tidak menjadi masalah, Anda bisa meminangnya dengan harga cukup tinggi tentunya.

23022011165

Hello world!

Maret 11th, 2011 by pinoe

Selamat Datang Blogdetik.com. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!